Senin, 14 Januari 2019

Review Sejarah Obyek Wisata Kuya Belawa


          Kura-kura belawa sangat dilindungi oleh masyarakat setempat karena menyimpan legenda yang terkait erat dengan agama islam. Di tempat obyek wisata kura-kura ini juga terdapat sejarah bagaimana munculnya kura-kura belawa ini. Peninggalan leluhur kita patut kita hargai dan hormati agar kekayaan peninggalan itu tetap lestari sampai akhir zaman karena tidak baik kalau kita abaikan begitu saja. Dan seperti inilah awal sejarah munculnya kura-kura belawa ini.
          Dahulu, ada seorang pemuda bernama Jaka Saliwah. Menurut terminologi Jaka memiliki arti 'laki-laki' dan Saliwah berarti 'berbeda warna'. Alkisah, wajah Jaka Saliwah sebelah warna putih dan belahan lain berwarna gelap. Allah telah mentakdirkan semenjak lahir Jaka berwajah dua rupa. Betapa sedih dan pilu orang tuanya menerima kenyataan ini, namun Tuhan telah menghendakinya orang tua Jaka hanya bias berdo’a mudah-mudahan diberi ketabahan, kesabaran dan keimanan. Juga do’a untuk bayinya mudah-mudahan menjadi anak yang sholeh berbakti kepada orang tua,berguna untuk nusa dan bangsa Iman dan Takwa kepada yang Kuasa.
          Jaka Saliwah tergolong pemuda cerdas dan menjadi contoh bagi kawan-kawan sebayanya. Hal ini, terlihat sejak Jaka Saliwah masih kanak-kanak. Ia dididik dalam lingkungan ilmu agama dan giat bekerja.
Ketika usianya menginjak dewasa, Jaka Saliwah semakin rendah diri dan berkumpul dngan kawan-kawannya. Jaka Saliwah sering diejek karena wajahnya. Jaka Saliwah menjadi pemurung dan sering menyendiri.
          Lama-lama ia merasa didsisihkan, enggang bergaul dengan teman-temanya . Ia jarang.   keluar rumah lebih baik mengurung diri, itulah pekerjaan Jaka Saliwah saat itu. Kedua orang tuanya selalu membesarkan hati sang anak,namun Jaka saliwah selalu membisu seribu basa. Tak pernah memberi jawaban apa yang ia pikirkan Kedua orang tua selalu kebingungan ihtiar apa yang harus dilakukan, mereka mencari orang yang mengerti dan bisa menunjukan kemana mereka harus menerima saran dan pendapat.
Kedua orang tua Jaka Saliwah berusaha mencari orang sakti untuk mengobati wajah anaknya. Akhirnya, kedua orang tua Jaka Saliwah mendengar kabar bahwa di Dusun Cidayeuh ada seorang Syaikh yang memiliki banyak santri, beliau disebut Syaikh Datuk Putih.
          Syaikh Datuk Putih mengajarkan agama Islam dalam kehidupan masyarakat Cidayeuh yang mayoritas menganut animisme penyembah pohon-pohon besar. Beliau berusaha memperkenalkan Islam kepada masyarakat Cidayeuh. Berbekal keteguhan dan nasehat, kedua orang tua Jaka Saliwah menemui Syaikh Datuk Putih di Desa Belawa. Mereka pun akhirnya bertemu dan menceritakan upaya yang sudah dilakukan untuk menyembuhkan wajah Jaka Saliwah. Namun, belum memperoleh hasil. Kemudian Syaikh Datuk Putih memberikan nasehat kepada Jaka Saliwah untuk tetap ikhlas, sabar, berdoa, dan membaca Al Qur'an, serta mengerjakan shalat qiyamul lail, rajin berpuasa, berdzikir siang malam di atas pelataran batu dekat sumur kecil pinggir kolam.
         Berhari-hari, berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan. Namun, Jaka Saliwah setiap menatap wajahnya di permukaan air sumur belum juga mendapatkan hasil. Jaka Saliwah putus asa dan kecewa. Jaka Saliwah pun khilaf. Lembaran-lembaran Al Qur'an dilempar ke dalam kolam yang airnya jernih. Sejenak ia berdiri, Jaka Saliwah merasa heran bahwa tidak ada satupun lembaran-lembaran Al Qur'an yang dilemparnya ke dalam kolam. Hanya hewam -hewan kecil berenang di kolam. Ia mengira hewan-hewan kecil itu berasal dari lembaran-lembaran Al Qur'an yang dilemparnya ke dalam kolam.  Kemudian, Jaka Saliwah memberi nama hewan-hewan kecil itu dengan sebutan 'kura-kura'. Setelah menatap hewan-hewan kecil itu, Jaka Saliwah memandang wajahnya di air kolam. Tersentak wajah Jaka Saliwah sudah tidak dua warna, putih dan gelap. Kini wajahnya sudah sembuh dan tempat itu kemudian diberi nama Cikuya, Desa Belawa.
          Dalam bahasa Sunda, Kura Kura di sebut KUYA yang oleh Syekh Dzatuk Putih di gunakan sebagai simbol media dakwah bagi masyarakat lokal. KU berarti Kudu YA berarti Yakin. Diambil dari sifat dari kur

0 komentar:

Posting Komentar