Minggu, 13 Januari 2019

Review Hasil Observasi Obyek Wisata Kuya Belawa

           Selain memiliki ragam budaya dan makanan khas, Cirebon juga memiliki hewan khas yang dikeramatkan warganya. Namanya kura-kura Belawa. Disini saya akan mereview tentang kura-kura belawa tersebut. Karena beberapa waktu lalu saya dan 3 teman saya mengunjungi tempat objek wisata cikuya guna memenuhi tugas pengantar teknologi informasi untuk melakukan observasi tempat wisata yang ada di Cirebon. 
          Menurut review saya tentang Obyek wisata Cikuya yang berlokasi di Desa Belawa, Lemahabang, Kabupaten Cirebon merupakan wisata alam yang sangat cocok untuk liburan bersama keluarga terutama anak-anak karena disini terdapat banyak kura-kura belawa yang sangat langka yang konon hidupnya mencapai ratusan tahun. Tempatnya asri terdapat banyak sekali pepohonan sehingga terasa sejuk dan tidak bising dari kendaraan. Akses menuju ke lokasi agak jauh masuk kedalam dan lumayan sempit untuk kendaraan roda empat. Maka dari itu,  harus tetap berhati-hati karena jalannya berkelok-kelok, tetapi selama perjalanan lokasinya cukup enak karena udaranya dingin dan segar, pemandangannya bagus banyak sawah dan  juga kebun.
          Obyek wisata cikuya ini sangat bagus dan menarik sekali untuk edukasi mengenai penangkaran kura-kura belawa. Meski tidak seramai tempat-tempat rekreasi pada umumnya, tetapi tempat ini selalu didatangi pengunjung yang penasaran ingin melihat keberadaan hewan yang unik dan langka ini, bahkan wisata cikuya ini seringkali dijadikan tempat untuk observasi atau penelitian oleh mahasiswa dan para peneliti. Biasanya juga tempat objek wisata cikuya belawa ini ramai dikunjungi hanya pada saat ketika lebaran tiba.
          Untuk mengunjungi objek wisata cikuya ini kita cukup membayar tiket masuk sekitar Rp. 3000 saja, serta tarif parkir sekitar Rp. 2000 untuk kendaraan roda dua sedangkan untuk kendaraan roda empat sekitar Rp. 3000. Objek wisata cikuya ini dibuka pagi pada pukul 18.00 WIB hingga sore pada pukul 17.00 WIB.
          Obyek wisata cikuya merupakan habitat asli kura-kura belawa, dan jenis ini hanya bisa ditemukan di daerah cikuya saja. Kura-kura belawa ini memiliki keunikan yaitu dibagian tempurungnya. Pada bagian tempurung kura-kura belawa berwana hitam polos dan cekung , jika semakin tua umur kura-kura tersebut maka akan semakin cekung pula. Dan kura-kura ini hampir mencapai 1 meter dengan beratnya hampir mencapai kurang lebih 80 kilogram untuk ukuran kura-kura dewasa, serta umurnya bisa mencapai usia kurang lebih 150 tahun. Tetapi untuk saat ini kura-kura yang paling besar berumur 50 tahun dan berat kurang lebih 30 kilogram. Kura-kura tersebut menjadi maskot menggantikan kura-kura besar sebelumnya yang berumur 120 tahun dan kini diawetkan.
          Saat ini jumlah kura-kura belawa ada sekitar 400-an lebih. Dulu, kura-kura belawa ini hampir sempat punah jumlahnya pun hanya sekitar belasan kura-kura saja. Setelah akhirnya dilakukan perawatan saat ini jumlah kura-kura yang hidup ada ratusan.
          Ditempat ini terdapat kolam khusus pemeliharaan kura-kura belawa, serta ruang khusus untuk penetasan telur. Kura-kura belawa ini harus dirawat dan dijaga dengan sangat hati-hati karena hewan ini sangat langka. Meski ada banyak kura-kura, pengunjung tidak diperkenankan memegang langsung. Sebab, sifat liar dari kura-kura dikhawatirkan membuat pengunjung tak senang.
          Selain itu, di obyek wisata cikuya belawa persis disebelah kolam juga terdapat sumur pamuruyan yang konon katanya ada hubungannya dengan asal muasal kura-kura belawa. Sumur pamuruyan merupakan sumur kecil dengan air yang dangkal, serta memiliki air yang sangat jernih sehingga di sumur tersebut bisa digunakan untuk bercermin.
          Sebenarnya memang tempat ini sangat bagus untuk edukasi mengenai penangkaran kura-kura belawa yang langka ini. Akan tetapi, kondisinya cukup menyedihkan karena fasilitas dan sumber daya yang belum memadai dan kurang terawat bahkan terkesan seadanya sehingga kurang nyaman. Ternyata dana mereka terbatas, hanya dari pemerintah desa dan tiket masuk. Dana yang terkumpul digunakan untuk pakan kura-kura dan pemeliharaan kawasan wisata tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar