Jumat, 28 Desember 2018

Habitat Kuya Belawa


Kura-Kura belawa ini hanya bisa ditemukan di Desa Lemah Abang, Kabupaten Cirebon. Kura-kura ini senang di tempat berlumpur dan bisa seharian berada di dalam air kadang ia suka berjemur di bawah matahari.
Konon katanya jika kita membawa keluar kura-kura belawa dari habitatnya, maka orang yang membawanya akan terkena musibah. Itu juga diyakini oleh pengurus tempat tersebut dan bercerita sering sekali orang yang membawa kuya tersebut masuk jurang.

Sejarah Kuya Belawa


Dahulu kala ada seorang pemuda bernama Jaka Saliwa, Jaka ( pemuda) dan Saliwa (belang) merupakan pemuda yang cerdas namun karena penampilan fisiknya ia menjadi pemalu.  Orang tua Jaka mencari seorang yang bisa menyembuhkannya, mendengar di Belawa atau Cikuya sekarang terdapat Padepokan. Jaka pun belajar ilmu agama dari seorang guru yang bernama syekh Datuk Putih. Selama berbulan-bulan ia belajar ilmu agama islam dan menjadi santri yang rajin beribadah, karena tak kunjung sembuh Jaka yang sedang membaca Al-Quran ia merobek surat-surat Al-Quran dan melemparkan potongan kertas itu ke kolam. Ajaibnya muncul kura-kura yang tak tahu darimana asalnya, Jaka melihat pantulan wajahnya dari air kolam yang bening wajahnya sudah sembuh.



Jumat, 14 Desember 2018

Latar Belakang Kuya Belawa



Kura-kura yang sekarang dirawat oleh para warga diberi nama Kuya. Kura-kura tersebut langka dan hanya dapat ditemukan di daerah cikuya saja, memiliki tempurung yang unik berwarna hitam polos berbentuk cekung.

Ciri –ciri kuya belawa dalah warna batok dan ukuran kuya belawa. Kura-Kura ini selalu diteliti oleh beberapa penelitian yang berada diluar wilayah Cirebon karena keunikan dan langka karena termasuk kedalam family Trionychidae.